Jakarta – Pemutusan kontrak pasokan baterai kendaraan listrik senilai Rp 108 Triliun atau setara dengan 28,5 persen dari pendapatan penjualan 2025, dialami oleh LG Energy Solution dengan Ford.

Dikutip dari laman Antara, LG Energy Solution menyatakan bahwa kontrak pasokan jangka panjangnya untuk sel dan modul baterai kendaraan listrik yang bekerja sama dan ditandatangani oleh perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Ford pada Oktober tahun lalu telah diakhiri, menyusul pemberitahuan pembatalan oleh Ford.

Kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah menyetujui dan menandatangani kontrak selama enam tahun dari 2027 hingga 2032 terkait pasokan baterai jangka panjang untuk 75 GWh (Gigawatt-hour) dan selama lima tahun dari 2026 hingga 2030 terkait baterai 34 GWh.

Jumlah kontrak yang dibatalkan tersebut mencapai sekitar 9,603 won atau 6,6 Miliar USD atau setara dengan 28,5 persen dari penjualan baru-baru ini.

Produk yang dijadwalkan produksi di pabrik LG Energy Solution Polandia dan dipasok untuk kendaraan listrik Eropa dibatalkan lantaran terdapat masalah pada perubahan kebijakan baru-baru ini, dengan model kendaraan listrik dari Ford, yaitu E-Transit yang sebagai target pemasangannya.

“Masalah ini disebabkan oleh perubahan lingkungan kebijakan baru-baru ini dan pergeseran perkiraan permintaan kendaraan listrik, yang menyebabkan keputusan perusahaan klien kami (Ford) untuk menghentikan produksi beberapa model kendaraan listrik dan pemberitahuan penghentian kontrak selanjutnya. Kami berencana untuk melanjutkan hubungan kerja sama jangka menengah hingga panjang kami dengan perusahaan klien,” ungkap LG Energy Solution.

Perubahan Strategis Komprehensif oleh Ford

Meski sebelumnya Ford telah melakukan perubahan strategis komprehensif dengan fokus kendaraan hybrid yang menguntungkan kendaraan bermesin pembakaran internal setelah pemerintahan Amerika menghapus insentif kredit pajak untuk pembelian kendaraan listrik.

Atas hal tersebut, perusahaan memutuskan untuk menghentikan produksi model kendaraan listrik berskala besar, seperti truk pikap andalannya, yaitu F-150 Lightning.

Tak hanya itu, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga memperluas bisnis di bidang truk dan van, kendaraan listrik berbiaya rendah, dan sistem penyimpanan energi.

Melalui pemutusan kontrak tersebut, saham LG energy Solutions mengalami penurunan sekitar enam persen dan Ford mengurangi beberapa model untuk kendaraan listriknya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *