Jakarta – Berhenti di lampu merah menjadi rutinitas yang tidak terpisahkan dari aktivitas berkendara di perkotaan. Dalam kondisi tersebut, sebagian pengemudi mobil memiliki kebiasaan untuk menarik rem tangan setiap kali kendaraan berhenti, dengan anggapan agar mobil lebih aman dan tidak bergerak, terutama saat menunggu lampu hijau menyala.

Sekilas, kebiasaan ini terlihat sebagai tindakann preventif yang wajar. Namun, tanpa disadari dalam penggunaan rem tangan secara berulang saat berhenti singkat justru berpotensi menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap komponen kendaraan.

Dilansir suzuki.co, Rabu (24/12/2025), rem tangan sejatinya dirancang untuk menahan kendaraan saat parkir dalam jangka waktu yang lama, bukan untuk digunakan setiap kali berhenti sementara seperti lampu lalu lintas. Ketika rem tangan sering diaktifkan dalam kondisi berhenti singkat, komponen mekanis seperti kabel dan sistem penguncinya akan bekerja lebih sering dari fungsi idealnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko mempercepat keausan dan menurunkan kinerja sistem pengereman.

Kebiasaan menarik rem tangan ketika lampu merah juga dapat memengaruhi kenyamanan berkendara, terutama pada mobil bertransmisi otomatis. Tekanan tambahan pada sistem pengereman dan transisi dapat membuat perpindahan kembali ke posisi berjalan terara kurang halus.

Padahal, pada kondisi jalan yang datar dan durasi berhenti yang singkat, penggunaan pedal rem sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kendaraan tetap diam dengan amam.

Memahami fungsi setiap komponen kendaraan secara tepat menjadi kunci untuk menjaga performa dan usia pakai mobil. Dengan menghindari kebiasaan yang kurang tepat, pengemudi tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu menjaga kondisi kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang.

Dampak Penggunaan Rem Tangan Berlebihan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *