“Saya titip ke teman-teman jurnalis untuk disuarakan bahwa mensubsidi bus listrik jauh akan lebih bermanfaat bagi publik daripada mobil dan motor listrik,” kata Darmaningtyas.
Kendaraan listrik pribadi memang rendah emisi karbon dan mendukung keberlanjutan. Namun, motor dan mobil listrik yang jumlahnya semakin banyak, justru akan menambah kemacetan di jalan.
“Tapi kalau subsidi motor atau mobil listrik, pasti akan menambah kemacetan. Memang polusinya berkurang, tetapi kemacetannya akan bertambah,” sambungnya.
Senada dengan pernyataan mengurangi kemacetan dan mendukung layanan transportasi publik tersebut, Dinas Perhubungan menambah 200 unit bus listrik Transjakarta dan Transjabodetabek pada 2025 lalu.
Dengan tambahan tersebut, jumlah total bus listrik yang dioperasikan Transjakarta kini mencapai 300 unit.
Hal tersebut juga sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan transportasi publik di Jakarta dan kota-kota penyangganya.
Komentar