Target tersebut merupakan bagian dari strategi penurunan emisi di Riyadh hingga 50 persen.
Kebijakan keberlanjutan lainnya juga mengedepankan peralatan yang juga beralih ke segmen elektrifikasi, seperti forklift listrik. Arab Saudi juga mendorong penggunaan energi hijau di bidang pertanian.
Dilansir dari laman resmi CATL, Asisten Manajer Umum Pengadaan Al Drees, penyedia layanan perminyakan dan logistik terkemuka di Arab Saudi Ahmed Ibrahim, mengungkapkan peluang besar transformasi energi melalui pusat tersebut.
Namun, berbagai kemajuan tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Ketergantungan minyak yang sudah lama, lonjakan permintaan listrik, kondisi iklim ekstrem, dan infrastruktur pengisian daya dan layanan yang terbatas menjadi tantangan bagi Arab Saudi untuk mewujudkan strateginya tersebut.
“Kami melihat peluang luar biasa dalam transformasi energi. Misalnya, kami berencana untuk menerapkan solusi tenaga surya plus penyimpanan di SPBU kami dan melakukan elektrifikasi forklift untuk mengurangi ketergantungan pada minyak,” ujar Ahmed.
Pusat dan fasilitas CATL terbaru di Riyadh dirancang untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Dengan dukungan purna jual komprehensif sepanjang siklus hidup produk, sumber daya manusia lokal yang komprehensif, dan mempercepat penerapan solusi elektrifikasi serta penyimpanan energi canggih.
Dengan mengandalkan kemampuan riset dan pengembangan manufaktur yang mumpuni dari CATL, NING SERVICE Experience Center menyediakan layanan siklus hidup lengkap kepada pelanggan yang mencakup diagnostik baterai, perbaikan, pemeliharaan, pengerjaan ulang, pelatihan, daur ulang, logistik purna jual, dan pergudangan.
Tak hanya itu, pusat dengan luas 7.000 meter persegi tersebut tidak hanya untuk berfungsi sebagai pusat layanan lokal untuk wilayah tersebut dan sebagai wadah untuk menampilkan kemampuan sistem CATL di bidang mobilitas listrik hingga penyimpanan energi.
Komentar