Jakarta – Hujan merupakan salah satu kondisi yang paling menantang bagi para pengendara mobil. Air hujan tidak hanya membuat permukaan jalan menjadi licin, tetapi juga dapat mengurangi visibilitas, meningkatkan pada jarak pengereman, serta dapat memicu terjadinya risiko aquaplaning jika kecepatan tidak dapat dikendalikan dengan benar.

Dengan memahami teknik dan persiapan yang tepat ketika menyetir dalam keadaan hujan deras merupakan sebuah kunci untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta mencegah potensi terjadinya kecelakaan.

Dilansir suzuki.co, Selasa (20/1/2026), banyak pengemudi cenderung mengabaikan dari perubahan kondisi jalan saat hujan, sehingga dapat bereaksi terlambat terhadap situasi yang tak terduga seperti genangan air atau kendaraan di depan yang mengharuskan untuk melakukan pengereman secara mendadak.

Nyetir dengan pendekatan yang sama seperti saat kondisi cerah justru bisa berbahaya di saat hujan. Karena itu, pemahaman terhadap aspek teknis maupun kebiasaan dalam berkendara yang benar sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko dan membuat perjalanan menjadi tetap menyenangkan hingga sampai tujuan.

Pada intinya, berkendara di bawah hujan deras sangat membutuhkan adaptasi yang tepat mulai dari penyesuaian kecepatan, jarak aman antar kendaraan, hingga pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Dengan memperhatikan sejumlah hal yang telah direkomendasikan oleh para ahli otomotif, pengendara dapat menghadapi tantangan hujan tanpa mengorbankan tentang keselamatan atau pun pada aspek kenyamanan. Berikut ini adalah panduan lengkapnya agar meningkatkan kewaspadaan saat mengendarai dalam keadaan hujan deras.

Sesuaikan Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Saat hujan turun, permukaan jalan akan menjadi lebih licin akibat air dan debu yang bercampur, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya slip atau selip ban.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menurunkan kecepatan secara bertahap dibanding laju kendaraan normal saat cuaca sedang cerah.

Tak hanya itu saja, pastikan juga pada jarak aman yang lebih jauh dengan mobil yang ada di depan. Jarak pengereman akan menjadi lebih panjang ketika jalanan sedang basah, sehingga pola pengendaraan defensif dapat mencegah tabrakan dari belakang akibat melakukan pengereman secara mendadak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *