Jakarta – Kinerja mesin motor sangat bergantung kepada kondisi ruang bakar yang bekerja secara optimal. Salah satu komponen penting yang sering terlupakan, adalah kompresi mesin.

Saat kompresi tidak bekerja maksimal, performa motor bisa turun secara bertahap hingga berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih serius jika dibiarkan.

Kompresi pada mesin berfungsi memadatkan campuran udara dan bahan bakar sebelum pembakaran terjadi. Tekanan kompresi yang ideal membuat pembakaran berlangsung efisien, menghasilkan tenaga optimal, serta menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien dan suhu kerja mesin dalam batas normal.

Sebaliknya, jika kompresi bocor, tekanan di ruang bakar menurun dan proses pembakaran tidak lagi sempurna.

Disitat dari laman resmi Suzuki Indonesia, salah satu gejala paling terasa saat kompresi bocor adalah turunnya tenaga mesin motor.

Respons gas menjadi kurang spontan terutama saat akselerasi, sehingga tarikan terasa lemah meskipun tuas gas dibuka penuh.

Selain itu, motor bisa lebih sulit dihidupkan, terutama saat kondisi mesin dingin, karena tekanan awal di ruang bakar tidak mencukupi.

Kebocoran kompresi juga sering berdampak pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Pembakaran yang tidak optimal membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Perubahan suara mesin juga bisa menjadi indikator, di mana mesin terdengar tidak halus atau muncul suara desisan kecil akibat udara bocor di ruang bakar.

Dari sisi penyebab, terdapat beberapa komponen mesin yang rentan menjadi sumber kebocoran kompresi. Ring piston yang aus atau rusak membuat tekanan udara bocor ke ruang bawah piston.

Dinding silinder yang tergores atau aus juga menciptakan jalur kebocoran karena permukaan silinder yang tidak rata membuat ring piston tidak bekerja optimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *