Jakarta – Kebocoran oli di sepeda motor kerap disepelekan oleh banyak pengendara, padahal kondisi ini bisa berdampak serius bagi performa dan umur mesin. Oli yang merembes tidak hanya mengurangi jumlah pelumas, tetapi juga berpotensi membuat mesin cepat aus dan bekerja lebih berat jika dibiarkan.

Menurut laman resmi Suzuki Indonesia, memahami berbagai faktor yang menyebabkan oli motor bocor sejak dini menjadi langkah penting agar kerusakan tidak berkembang lebih parah. Berikut penyebab utama yang perlu diperhatikan.

Penyebab pertama yang paling umum adalah seal dan gasket yang sudah menua. Seal dan gasket berfungsi mencegah oli keluar dari jalurnya.

Namun seiring waktu, material karet atau silikon pada bagian ini dapat mengeras dan kehilangan elastisitas. Ketika elastisitas berkurang, celah kecil bisa muncul dan memberi jalan bagi oli untuk merembes keluar dari mesin.

Selain itu, baut mesin yang mengendur akibat getaran jadi pemicu lain kebocoran. Selama motor digunakan, getaran mesin dapat membuat baut pengikat di area bak mesin atau penutup filter oli lama-lama menjadi longgar tanpa disadari.

Jika tekanan pada gasket berkurang, oli dapat keluar melalui sambungan yang seharusnya tertutup rapat.

Faktor ketiga adalah tekanan berlebih dalam sistem pelumasan. Sirkulasi udara yang tidak lancar dalam mesin, misalnya karena ventilasi yang tersumbat, dapat meningkatkan tekanan internal.

Kondisi ini membuat oli mencari titik keluar melalui area yang lebih lemah seperti sambungan gasket atau seal.

Kesalahan saat penggantian atau pemilihan oli motor juga bisa menjadi sumber masalah. Oli yang tidak sesuai spesifikasi mesin, terutama yang terlalu encer, lebih mudah merembes melalui celah kecil.

Selain itu, kesalahan teknis saat mengganti oli, seperti memasang baut pembuangan atau ring yang kurang tepat, juga dapat menyebabkan kebocoran.

Penyebab Terakhir

Terakhir, kerusakan komponen mesin akibat pemakaian jangka panjang dapat jadi penyebab oli bocor.

Retakan kecil pada blok mesin atau rumah kopling yang muncul karena usia mesin yang sudah tinggi sering kali tidak langsung terlihat, namun berdampak pada berkurangnya volume oli tanpa jejak kebocoran yang jelas.

Mendeteksi oli bocor sejak awal dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa tanda sederhana, seperti munculnya bercak oli di permukaan parkir atau aroma oli terbakar saat mesin panas.

Selain itu, penurunan volume oli yang tidak wajar meski jarak tempuh belum jauh juga patut diwaspadai.

Untuk mencegah oli motor bocor, pemilihan oli sesuai rekomendasi pabrikan, pemeriksaan rutin komponen mesin, dan servis berkala di bengkel resmi menjadi kunci utama.

Kebiasaan ini membantu memastikan seluruh bagian sistem pelumasan bekerja optimal dan mencegah kerusakan lebih serius.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *