Penyebab pertama yang paling umum adalah seal dan gasket yang sudah menua. Seal dan gasket berfungsi mencegah oli keluar dari jalurnya.
Namun seiring waktu, material karet atau silikon pada bagian ini dapat mengeras dan kehilangan elastisitas. Ketika elastisitas berkurang, celah kecil bisa muncul dan memberi jalan bagi oli untuk merembes keluar dari mesin.
Selain itu, baut mesin yang mengendur akibat getaran jadi pemicu lain kebocoran. Selama motor digunakan, getaran mesin dapat membuat baut pengikat di area bak mesin atau penutup filter oli lama-lama menjadi longgar tanpa disadari.
Jika tekanan pada gasket berkurang, oli dapat keluar melalui sambungan yang seharusnya tertutup rapat.
Faktor ketiga adalah tekanan berlebih dalam sistem pelumasan. Sirkulasi udara yang tidak lancar dalam mesin, misalnya karena ventilasi yang tersumbat, dapat meningkatkan tekanan internal.
Kondisi ini membuat oli mencari titik keluar melalui area yang lebih lemah seperti sambungan gasket atau seal.
Kesalahan saat penggantian atau pemilihan oli motor juga bisa menjadi sumber masalah. Oli yang tidak sesuai spesifikasi mesin, terutama yang terlalu encer, lebih mudah merembes melalui celah kecil.
Selain itu, kesalahan teknis saat mengganti oli, seperti memasang baut pembuangan atau ring yang kurang tepat, juga dapat menyebabkan kebocoran.
Komentar