Jakarta – Rencana impor ratusan ribu unit pikap dari India ke Indonesia, untuk proyek Koperasi Merah Putih, yang dilaksanakan oleh BUMN Agrinas Pangan Nusantara terus menimbulkan polemik. Pasalnya, industri otomotif Indonesia, termasuk kendaraan komersial atau pikap sekalipun, memiliki kapasitas yang cukup besar.

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dengan jumlah anggota sebanyak 61 perusahaan otomotif, total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Secara keseluruhan anggota-anggota Gaikindo tersebut, memiliki kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pikap mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.

Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4×2 atau jenis pikap tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok Tanah Air.

Hal ini juga berkat dukungan jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas. Sedangkan untuk kendaraan jenis penggerak 4×4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya.

Menanggapi rencana impor kendaraan dari India ini, Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika berkeyakinan jika perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli, dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Lanjut Putu, bila diberikan kesempatan dan waktu yang memadai maka anggota-anggota Gaikindo dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), sebagai bagian dari ekosistim Industri Otomotif Nasional diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan komersial tersebut.

“Sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang ada serta menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan,” tukas Putu.

Truk India Masuk, Pasar Otomotif Indonesia Lagi Ambruk

Sebagai informasi, selama beberapa tahun belakangan ini, penjualan kendaraan bermotor dalam negeri memang sedang tertekan, dan mencatat angka penjualan di bawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun.

Namun, angka ekspor kendaraan bermotor dari Indonesia ke-93 negara, dapat mencapai lebih dari 518,000 unit.

Hal tersebut seperti ingin membuktikan, meskipun pasar domestik tengah merosot tajam, namun kendaraan produksi Indonesia tetap mendapatkan kepercayaan dari negara lain.

Dengan begitu, pemerintah, dalam hal ini BUMN Agrinas sejatinya tidak perlu melakukan impor dari negara lain, seperti India melalui Mahindra dan Tata Motors untuk bisa memenuhi kebutuhan pikap di Tanah Air.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *