Jakarta – Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dan menarik perhatian berbagai produsen otomotif global. Salah satunya adalah XPeng, merek mobil listrik asal China yang saat ini sudah memasarkan dua model di Tanah Air, yaitu X9 dan G6.

Meski baru memiliki dua produk, XPeng Indonesia mengisyaratkan kemungkinan menghadirkan model baru untuk memperluas portofolio mereka di pasar domestik.

Dijelaskan Vice President of Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto pihaknya masih mempelajari model apa yang akan dibawa selanjutnya, termasuk sedan listrik yang sempat dipamerkan di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, beberapa waktu lalu, yaitu P7.

“Kami sedang mengkaji peluang untuk memasarkan sedan listrik P7 versi setir kanan di Indonesia. Bagaimana respon pasar,” jelas Hari, saat berbincang dengan media saat acara buka bersama di bilang Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Hari juga mengatakan, memang untuk proses dari model setir kiri ke kanan membutuhkan waktu, karena harus melalui berbagai tahapan pengembangan dan penyesuaian teknis.

Selain itu, Xpeng juga mempertimbangkan kondisi pasar otomotif nasional yang saat ini masih didominasi segmen SUV ataupun MPV.

Dua segmen tersebut, saat ini menyumbang sekitar 60 persen dari total penjualan kendaraan di pasar domestik. Hal itu membuat produsen otomotif harus selektif dalam menentukan model yang akan dipasarkan.

“Kapasitas produksi kami terbatas, jadi harus memilih model yang paling sesuai dengan karakter pasar Indonesia,” tegasnya.

Berbicara model SUV, XPeng juga sempat membawa G9 di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Model ini, juga cukup menarik untuk bisa dijual di pasar nasional.

Positioning Harga Xpeng di Indonesia

Selain itu, rentang harga untuk model Xpeng di Indonesia juga masih menyisahkan ruang yang cukup banyak untuk bisa jadi pertimbang.

Sebagai contoh, saat ini, Xpeng menjual G6 di kisaran harga RP 600 juta, dan X9 di Rp 1,3 miliar.

Spread pricing-nya kan kelihatannya sekarang di level Rp 600 juta kemudian Rp 1,3 miliar, kan masih ada ceruk-ceruk yang bisa digali lebih lanjut,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *