Secara mekanis, rem tangan dirancang untuk menjaga posisi kendaraan saat parkir, bukan sebagai pengganti rem kaki ketika berhenti secara singkat. Saat anda terus menarik rem tangan di lampu merah yang durasinya hanya sementara, mekanisme baut dan kabel rem tangan bekerja lebih sering, sehingga hal ini menimbulkan potensi kendor atau aus lebih cepat.
Selain itu, penggunaan rem tangan ketika berhenti di lampu merah juga dapat memengaruhi posisi setelan transmisi, khususnya pada kendaraan bermesin otomatis. Tekanan rem tangan yang tidak perlu dapat menyebabkan sistem transmisi bekerja lebih keras saat akan melaju kembali. Secara estetika, kebiasaan ini kerap dianggap baik, tetapi secara teknis dapat merugikan komponen mobil dalam jangka panjang.
Kapan Rem Tangan Digunakan
Penggunaan rem tangan yang lebih tepat dilakukan saat kendaraan parkir dalam jangka waktu yang lama atau berada di medan miring yang pastinya memerlukan penguncian posisi kendaraan.
Fungsi utama rem tangan adalah untuk memastikan mobil tidak bergeser saat diparkir, bukan hanya untuk menghentikan laju kendaraan saat berhenti singkat di lampu merah.
Para pengendara juga perlu memperhatikan kondisi medan dan durasi berhenti. Pada srtoplight yang durasinya relatif singkat, rem kaki sudah cukup untuk menjaga posisi mobil tanpa perlu memicu rem tangan.
Untuk tanjakan tajam, beberapa produsen menyarankan fitur hill hold assist atau sistem pengereman otomatis yang lebih aman dan efisien dibandingkan dengan rem tangan manual.
Kebiasaan menarik rem tangan ketika berhenti di lampu merah tampak sederhana, namun jika dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan keasusan premature pada sistem rem dan transmisi.
Sebagai pengendara yang cerdas, memahami fungsi rem tangan yang benar yakni untuk parkir dan kondisi tertentu saja, hal ini akan membantu anda untuk menjaga komponen kendaraan tetap awet sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.
Komentar