Jakarta – Belum genap satu tahun meramaikan pasar kendaraan roda dua di Indonesia, QJMotor mengklaim mendapat respons positif dari konsumen. Berkaca dari capaian sepanjang tahun lalu, pabrikan asal Tiongkok inipun memasang target penjualan yang lebih agresif pada 2026.

“Untuk angka lebih dari 20 ribuan unit (di sepanjang 2026),” ujar Head of Branding and Marketing Communications QJMOTOR Industry Indonesia, Budi Kurniawan, saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, QJMotor bersiap meresmikan fasilitas perakitan yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik ini akan menjadi basis produksi sejumlah model yang saat ini telah dipasarkan di Indonesia.

“Kalau enggak ada halangan, bulan depan mungkin kami akan coba resmikan pabrik yang sudah dipersiapkan sejak tahun lalu. Pabrik ini akan beroperasi secara bertahap, sementara untuk 250 cc dulu, mungkin next-nya untuk model yang lain,” jelas Budi.

Keberadaan pabrik lokal ini disebut menjadi bukti keseriusan QJMotor dalam menggarap pasar Indonesia. Selain proses perakitan, fasilitas tersebut juga akan didukung ketersediaan suku cadang.

“Ini untuk memastikan konsumen tidak perlu khawatir, karena memang ada pabriknya dan fasilitas spare part juga akan ada di situ,” tambahnya.

Menariknya, kapasitas produksi pabrik QJMotor di Cikarang terbilang besar. Tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik tersebut juga diproyeksikan sebagai basis ekspor ke berbagai negara.

“Kapasitas produksinya 150 ribu per tahun karena kita bukan hanya untuk Indonesia tapi juga ekspor. Jadi Indonesia itu kita planning untuk jadi basis produksi, ekspornya ke Asia Pasifik dan mungkin ada beberapa di Amerika,” ungkap Budi.

Buka Peluang Hadirkan Model Mesin Cc Kecil

Selain model bermesin 250 cc, QJMotor juga membuka peluang untuk menghadirkan motor dengan kapasitas mesin lebih kecil. Namun, langkah tersebut masih dalam tahap kajian mendalam, mengingat ketatnya persaingan di segmen tersebut.

“Motor cc kecil itu pemainnya banyak. Dari sisi marketing kita sedang mempelajari, karena kita juga tahu diri bahwa kami brand baru. Tapi tidak menutup kemungkinan hal itu juga bisa terjadi,” katanya.

Dengan hadirnya fasilitas produksi di dalam negeri, QJMotor menilai akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

“Karena dengan adanya pabrik, pastinya kita akan punya keleluasaan untuk membangun atau menciptakan beberapa produk yang sesuai dengan market,” pungkas Budi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *