Jakarta – Perjalanan panjang di jalan tol kerap membuat pengemudi merasa terhipnotis saat duduk di balik kemudi. Fenomena ini dikenal dengan istilah highway hypnosis, sebuah kondisi di mana pengendara mengalami hilangnya fokus sementara seperti dalam keadaan setengah sadar saat berkendara.
Meskipun terlihat serupa dengan kantuk atau bahkan microsleep, highway hypnosis lebih merupakan respons psikologis terhadap monotonitas jalan dan rutinitas berkendara yang membuat otak mengalihkan fokusnya tanpa disadari.
Dalam kondisi seperti ini, refleks berkendara bisa tetap bekerja, namun kesadaran penuh terhadap kondisi jalan dan potensi bahaya menurun secara drastis.
Misalnya, pengemudi mungkin akan tetap mengemudi dalam jalur, atau tidak merespons kejadian tak terduga seperti kendaraan di depan yang mengerem mendadak.
Dilansir dari laman pressroom.toyota.astra, kondisi ini sering terjadi pada rute yang panjang, lurus, dan kurang variasi visual seperti saat melewati tol panjang tanpa banyak belokan atau perubahan pemandangan.
Efek highway hypnosis bisa serupa dengan microsleep, yaitu mengalami “blackout” singkat pada kesadaran tanpa sepenuhnya tertidur.
Namun (highway hypnosis) biasanya dipicu oleh kebosanan dan fokus otomatis, bukan karena kurang tidur.
Meski begitu, konsekuensinya tetap serius: reaksi terlambat terhadap situasi darurat, jarak pengereman yang tidak optimal, bahkan potensi keluar jalur atau tabrakan.
Karena itu, memahami gejala dan mencegahnya sangat penting terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh.
Komentar