Jakarta – Lampu belakang dari Mitsubishi Xforce belakangan ini kerap menjadi perbincangan. Hal tersebut dikarenakan tampak lampu rem belakangnya yang lebih kecil dan ramping.

Tampak lampu yang lebih kecil dan ramping tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Pasalnya, terdapat filosofi desain di dalamnya.

Dilansir dari laman Mitsubishi Motor, lampu belakang yang kecil dan ramping tersebut termasuk dalam filosofi desain Dynamic Shield and Modern Minimalism yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten dipakai hingga menjadi ciri khas mobil-mobil Mitsubishi Motors.

Gaya bahasa desain Dynamic Shield berfokus pada garis tegas, siluet ramping, serta tampilan futuristik.

Hal tersebut diterapkan dalam Mitsubishi Xforce dan Destinator yang lampu remnya dibuat lebih ramping agar gaya belakangnya terlihat lebih lebar dan stabil, sehingga memberikan kesan modern serta menyesuaikan tren global.

Desain lampu kecil bukan juga mengorbankan fungsi, tetapi menjadi bagian dari pendekatan minimalist but functional.

Hal tersebut memungkinkan dilakukan berkat adanya peran teknologi lampu LED yang kecil secara fisik namun besar secara fungsi.

Pasalnya, lampu LED ramping tersebut memiliki keunggulan pada cahaya yang lebih terang dan fokus. Tak hanya itu, respons menyala lebih cepat dan umur pakainya juga dinilai lebih lama.

Dengan menggunakan LED, tidak dibutuhkan housing besar untuk menghasilkan cahaya yang jelas. Mitsubishi Motors memanfaatkan hal ini untuk mengurangi ukuran fisik lampu. Namun, tetap menjaga visibilitas optimal.

Hal itulah yang menyebabkan lampu rem Xforce dan Destinator bisa terlihat ramping, tapi tetap menyala tegas.

Apakah Lampu Tersebut Sesuai dengan Regulasi di Indonesia?

Lantas, apakah lampu yang ramping tersebut sudah sesuai dengan regulasi di Indonesia?

Seperti yang tertera pada laman Mitsubishi Motor, lampu rem Mitsubishi Xforce dan Destinator tetap wajib memenuhi regulasi.

Di Indonesia, aturan lampu kendaraan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012, yang poin penting soal regulasi lampu rem menyebut:

  • Warna wajib merah
  • Intensitas cahaya harus terlihat jelas siang dan malam
  • Wajib memiliki lampu rem utama + lampu rem tambahan (high mount stop lamp)
  • Sudut pandang dan jarak pandang harus sesuai standar keselamatanHal tersebut menunjukkan ukuran fisik lampu tidaklah menjadi patokan utama.

Hal tersebut menandakan, selama intensitas dan visibilitasnya memenuhi standar yang berlaku, maka sah-sah saja bila digunakan.

Namun, yang paling penting adalah teknologi cahaya yang diusung, posisi penempatan lampu rem, serta intensitas dan sudut pancarnya.

Karena itu lampu rem Mitsubishi Xforce dan Destinator dibuat kecil bukan tanpa alasan.

Desain ini merupakan hasil kombinasi dari filosofi desain modern, teknologi LED efisiensi tinggi, pertimbangan aerodinamika, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi lalu lintas Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *