Jakarta – CATL mencatatkan tonggak penting di industri kendaraan listrik (EV). Untuk pertama kalinya, jenama asal China ini, berhasil menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar baterai mobil listrik domestik di China pada kuartal pertama 2026.
Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), pangsa pasar produksi baterai CATL mencapai 50,1 persen pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut, menunjukan peningkatan signifikan sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain dominan di sektor baterai EV Negeri Tirai Bambu.
Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu mengungkapkan bahwa total volume produksi baterai kendaraan listrik di China mencapai 310 GWh dalam dua bulan pertama 2026. Angka tersebut naik sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan industri yang masih cukup kuat.
Meski demikian, terdapat dinamika menarik di pasar, berdasarkan laporan dari Carnewschina, dikutip Jumat (27/3/2026). Pada Februari 2026, jumlah pemasangan baterai untuk kendaraan energi baru (NEV) tercatat sekitar 370.000 unit.
Rinciannya meliputi 236.000 mobil listrik murni(BEV), 100.000 plug-in hybrid (PHEV), dan 27.000 truk listrik. Penurunan terjadi di beberapa segmen, yang disebut dipicu oleh berkurangnya permintaan akibat penghapusan bertahap subsidi pemerintah.
Dari sisi teknologi, CATL masih menunjukkan dominasi kuat di segmen baterai ternary NMC, dengan pangsa pasar mencapai 81,6 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh langkah kompetitor seperti BYD yang mulai beralih sepenuhnya ke baterai lithium iron phosphate (LFP).
Komentar