Jakarta – Saat sebagian besar merek otomotif mundur dari proyek mobil listrik, Toyota justru melakukan sebaliknya. Perusahaan asal Jepang ini, justru akan bergerak agresif di segmen roda empat bertenaga baterai di Amerika Utara, dengan bertaruh bahwa semakin banyak orang Amerika yang siap beralih, bahkan setelah penghapusan kredit pajak dan insentif tahun lalu.

Disitat dari Carscoops, Toyota berencana untuk menawarkan tujuh model listrik penuh di negara tersebut pada 2027. Salah satunya adalah SUV misterius yang belum diberi nama, dan akan diproduksi di Amerika Serikat.

Saat ini, jajaran kendaraan listrik Toyota di Amerika Utara, terdiri dari empat model dan semuanya berstatus impor.

Kendaraan ramah lingkungan tersebut, di antaranya adalah Toyota bZ, bZ Woodland, C-HR, dan Lexus RZ.

Sedan Lexus ES yang sepenuhnya bertenaga listrik dijadwalkan bakal hadir pada bulan ini, diikuti Toyota Highlander 2027, yang merupakan model listrik murni yang siap hadir pada akhir 2026.

Toyota Highlander EV sendiri, menandai titik balik bagi merek Negeri Matahari Terbit ini, dan akan menjadi model listrik pertama yang diproduksi di Amerika Utara, atau tepatnya di kentucky, dengan baterai yang dipasok dari NOrth Carolina.

Namun, ini sebenarnya hanyalah langkah pertama dari strategi EV Toyota di Amerika, karena model kedua buatan Negeri Paman Sam juga akan hadir sebagai sebuah SUV, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Detailnya masih terbatas, termasuk ukuran dan segmen. Namun, produksinya sendiri, juga direncanakan di Kentucky, dan kabarnya akan dimulai pada 2027.

Tekanan Besar di China dan Jepang, Produksi Global Toyota Amblas

Toyota Motor Corp mengumumkan jika produksi globalnya pada Februari 2026 mengalami penurunan 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 749.673 unit.

Penurunan ini menjadi keempat bulan berturut-turut, yang disebabkan melambatnya produksi di China dan Jepang.

Dilansir Kyodo, penjualan Toyota secara global juga turun 3,3 persen menjadi 737.134 unit, dan jadi penurunan pertama dalam tiga bulan terakhir.

Secara detail, produksi Toyota di luar negeri turun 4,6 persen menjadi 470.757 kendaraan, dengan produksi di China anjlok 11,5 persen menjadi 78.457 unit, karena persaingan yang semakin ketat dan jumlah hari kerja yang lebih sedikit selama liburan Tahun Baru Imlek.

Sedangkan produksi dalam negeri menurun 2,6 persen, menjadi 278.916 unit kendaraan. Sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya hari operasional dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, di Amerika Utara produksi Toyota juga merosot 9,1 persen menjadi 159.237 unit, dengan produksi di Kanada turun 46,2 persen menjadi 23.173 unit karena pengurangan menjelang pembaruan model sport utility RAV4.

Tapi, untuk produksi di Amerika Serikat saja meningkat 3,4 persen menjadi 110.978 unit kendaraan, dibantu oleh permintaan yang kuat untuk kendaraan hibrida.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *